Partai Berkarya (Beringin Karya)
+6281350059100
blog-img-10

Partai Beringin Karya (Berkarya) kubu Muchdi Pr menargetkan dapat memperoleh suara sebesar 7 persen suara nasional atau 10 juta suara pada Pemilihan Umum 2024 mendatang.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan, dengan perolehan suara tersebut, partainya mengincar 30 kursi DPR.

"Partai Berkarya target lolos masuk Senayan dengan menempatkan wakilnya minimal 30 orang dengan persentase 7 persen suara nasional (10 juta suara)," kata Andi dalam siaran pers, Jumat (4/6/2021).

Andi menuturkan, untuk memperoleh target tersebut, partainya kini tengah melakukan rekrutmen dan penyaringan kader yang akan dicalonkan sebagai anggota legislatif dan kepala daerah.

Selain itu, Partai Berkarya juga telah membentuk Badan Pengendali Pemenangan Pemilu serta merekrut saksi yang akan ditempatkan di tempat-tempat pemungutan suara.

Ia melanjutkan, partainya juga siap menghadapi Pemilu 2024 yang rencananya akan digelar pada 28 Februari 2024, lebih cepat daripada yang biasanya digelar pada bulan April.

"DPP Partai Berkarya fokus dalam menyelesaikan struktur pengurus sampai desa/kelurahan, rekruitmen anggota dalam rangka menghadapi tahapan verifikasi calon peserta Pemilu 2024 yang dipercepat," kata dia.
Ia mengatakan, partainya akan melakukan verifikasi faktual internal pada Desember 2021 mendatang sebelum mendaftar resmi ke KPU pada awal 2022.

"Karena Pileg (Pemilu) 28 Februari 2024, 25 bulan sebelum itu tahapan sudah dimulai, artinya Januari 2022 sudah harus siap," ujar Andi.

Komisi II DPR bersama pemerintah dan penyelenggara pemilihan umum telah menyepakati hari pemungutan suara Pemilihan Umum 2024 (Pemilu Presiden dan Legislatif) akan jatuh pada Rabu (28/2/2024) sedangkan hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 jatuh pada Rabu (27/11/2024).

Hal itu diputuskan dalam rapat antara Komisi II DPR, pemerintah, serta penyelenggara pemilu yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu pada Kamis (3/6/2021).

"Ya. Itu hasil kesepakatan tadi malam," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Selain memutuskan hari pemungutan suara, rapat juga memutuskan tahapan Pemilu 2024 dimulai 25 bulan sebelum hari pemungutan suara yakni pada Maret 2022.

Selain itu, rapat juga menyepakati bahwa dasar pencalonan pada Pilkada 2024 akan didasarkan pada hasil Pemilihan Legislatif 2024.

 

(Source)